Posted by: weddingjogja on: 4 Mei 2009
PERJANJIAN PRANIKAH SANGAT DIANJURKAN BAGI :
Posted by: weddingjogja on: 29 April 2009
Menurut sebagian riwayat, Nabi pernah menikahkan seorang sahabat atas persetujuan mempelai perempuan dengan mahar cincin dari besi. (HR.Hakim). Dari bentuk yang sederhana itu, seiring waktu, setiap pasangan ingin memberikan tanda ikatan semakin baik. Tak heran bila saat ini desain dan tampilan wedding ring semakin cantik dan menawan. Maha Suci ALLAH……
Memilih wedding ring yang berdesain indah,modern,nyaman dipakai dan selalu in untuk segala masa ternyata butuh kiat dan seni tersendiri. Sebab mengikuti lajunya perkembangan dunia fashion,desain wedding ring pun mengalami berbagai inovasi yang luar biasa. Sebut saja soal bentuk.Wedding ring yang semula hanya berupa lingkaran bulat sederhana,kini telah dipercantik dengan berbagai hiasan seperti ukiran,motif, ataupun batu permata. Bahan dasarnya pun bervariatif. Bila awalnya terbuat dari bahan besi biasa, kini tersedia dalam berbagai variasi seperti emas putih (platinium) dan titanium.
Sementara itu, berlian melambangkan kemurnian dan keabadian cinta masih menjadi batu mulia terfavorit sebagai padanan wedding ring. Adapun dua batu permata pilihan lainnya adalah ruby merah yang melambangkan rasa cinta,serta sapphire biru yang melambangkan kesetiaan. Walau telah mengalami banyak perkembangan,wedding ring pada dasarnya terdiri dari 3 model utama, yakni cincin berbentuk lingkaran polos tanpa ornamen,cincin dengan hiasan satu atau beberapa permata,dan cincin yang dihiasi motif seperti sulur atau garis-garis.
TIPS MEMILIH WEDDING RING
Agar mendapatkan wedding ring yang cantik dan sesuai dengan karakter Anda,perhatikan beberapa hal berikut:
Sumber : Majalah Noor
Posted by: weddingjogja on: 29 April 2009
“dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempua” (QS. An-Najm/53:45)
Jodoh, pangkat, derajat. Lahir, mati semua rahasia Allah SWT. Kita tidak tahu sebelumnya apa dan bagaimana yang akan terjadi, sehingga bila saatnya tiba barulah terungkap tabir kegaiban-NYA. Hidup kita penuh dengan misteri, penuh dengan cobaan. Namun, Allah SWT memberikan kita petunjuk dan peraturan untuk memudahkan kita dalam mengarungi kehidupan. Kita tinggal memilih jalan yang ingin kia ditempuh sepanjang hayat. Begitupun saat kit menikahdengan orang yang berbeda latar belakang dan tabiatnya. Hanya keyakinan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada Allah SWT yang membuat kita berani untuk melangkah. Apalagi saat krisis ekonomi global seperti ini, saat biaya hidup untuk seorang diripun sulit. Bagaimana memberi makan anak istri kelak?
Disinilah terungkap, sebagian rahasia Allah SWT. Uang yang habis dimakan sendiri akan cukup untuk makan berdua, dan saat anak-anak lahir akan diiringi dengan rejekinya. Seiap orang membawa rezeki dan barokah sendiri-sendiri, apalagi orang beriman. Banyak orang tidak mau menikah kalau nelum selesai kuliah, belum mempunyai rumah atau belum emmpunyai pekerjaan. Akibatnya menikah menjadi tertunda-tunda karena alasan materi. Orang lupa bahwa jodoh itu rahasia Allah SWT dan manusia tidak dapat berbuat banyak ketika jodoh datang atau pergi, ketika manusia saatnya menikah atau bercerai. Karena bercerai juga sesuatu yang pasti, sebagai bagian dari jodoh, setidaknya bercerai saat mati.
Terimalah jodoh kalau datang, berapapun usia anda. Kalau masih muda, Insya Allah, orang tua akan dapat membimbing di awal masa pernikhan, karena memang kewajiban mereka untuk membimbing, setidaknya sampai mempunyai anak satu. Pondok mertua indah tidak separah gambaran umum. Ada kalanya justru membawa barokah saat baru mengawali rumah tangga. Dengan begitu, melangkah untuk menikah menjadi ringan, tidak seperti terjun bebas di udara.
Semoga para calon mempelai akan segera melangkah dengan pasti untuk mengarungi bhtera rumah tangga, semata karena ibadah yang disunahkan Rasulullah SAW dan diridhai Allah SWT, Amien.
Sumber : Majalah Noor Mare
Teks : Sri Artaria
Posted by: weddingjogja on: 28 April 2009
“Hendaklah kalian saling memberi hadiah agar kalian dapat saling mencintai”.(HR ath-thabrani)
Sesudah lamaran berlangsung tapi sebelum acara akad nikah diadakan,biasanya ada satu lagi prosesi yang dilakukan calon pengantin.Apalagi kalau bukan seserahan!Ditandai dengan penyerahan sejumlah benda dari keluarga calonmempelai pria kepada calon mempelai perempuan,acara ini memjadi simbol ikatan cinta dan tanda kasih sayang.
Acara seserahan ini sebetulnya lebih baik dipengaruhi oleh budaya yang ada di tanah air,terutama budaya jawa Tengah.Namun,sejauh tidakmenyimpang dari kaidah agama,apalagi hal itu membawa kebaikan bagi pasangan yang akan nikah,tidak ada salahnya bila dilakukan.
Hingga saat ini,benda seserahan terdiri dari perhiasan,uang,perlengkapan busana calon pengantin perempuan,hingga bahan makanan yang dapat digunakan untuk acara pesta pernikahan.Agar tampil berbeda,benda-benda itu ditata cantik dalam berbagai kemasan.Ada yang ditata dalam kotak kayu dankotak akrilik,dalam keranjang rotan hinggabn dalam sangkar burung yang sudah didandani.
Haruskah keluarga calon mempelai perempuan memberikan seserahan balasan kepada calon pasanganya?meski itu bukan keharusan,untuk menghargai dan menyambut uluran kasih sayang calon pengantin laki-laki,hal itu boleh-boleh saja dilakukan.Biasanya pihak perempuan memberi seserahan berupa busana yang akan dikenakan pria pada hari akad nikah atau repsepsi,busana sehari hari hingga perangkat sholat.
Dikutip dari:majalah NooR edisi pernikahan 2008,No.05/TH.VI/mei2008
Posted by: weddingjogja on: 28 April 2009
Seusai Hawa diciptakan Adam bertanya,”Siapa dia Ya ALLAH?”
“Ia adalah istri,pendamping, dan penyejuk hidupmu”.Sejak itu kisah kesendirian Adam berakhir;digantikan drama Harmonindan kebersamaan ‘tuk berbagi suka dan duka;menggurstksn titik awal sejarah taaruf dalam tarikh kemanusiaan.
Dengan bermodalkan spirit taaruf, setelah terpisah bertahun-tahun semenjak diturunkan ke bumi, Adam dan Hawa tak kenal lelah mencari cari hingga keduanya bertemu kembali. Konon, pertemuan itu terjadi di “bukit kasih sayang” (jabal rahmah) di padang Arafah. Sejak itu, dengan spirit taaruf yang menggelora, Adam dan Hawa mengarungi lautan kehidupan dengan penuh damai, cinta dan kasih sayang bersama kempat putra putri kembar mereka, yakni Qabil dengan saudara perempuan kembarnya dan habil dengan saudara perempuan kembarnya.
Alkisah, Habil bekerja sebagai peternak sapi dan kambing, sedangkan Qabil bekerja sebagai petani gandum. Menurut riwayat ahlul kitab, saudara perempuan kembar Qabil yang sangat cantik dan elok akan dijodohkan dengan Habil.
Singkat cerita,Qobil cemburu dan tidak rela saudara perempuan kembarnya dinikahkan dengan Habil.Soalnya,Qobil sendiri berkeinginan mengawininya.”Kami adalah anak-anak kelahiran surga,sedangkan mereka merupakan anak-anak kelahiran bumi,”gugat Qabil.”Dia tidak Halal kamu kawini,karena dia saudara kembarmu,”jelas Adam.
Namun,karena Qabil tetap menolak Adamlalu menyarankan kepada Qabil dan Habil untuk membuat upacara persembahan kurban;Habil mempersembahkan seekor kambing dan Qabil mempersembahkan sekarung gandum.Barang siapa yang persembahannya terbakar hangus oleh api yang datang dari langit maka dia-lah pihaki yang benar dan berhak mengawini saudara perempuan Qabil.Akhir cerita,persembahan Habil-lah yang diterima.Namun peristiwa tragis kemudian terjadi.Qabil membunuh Habil yang nota bene adalah saudara kandungnya sendiri.
Itulah titik awal sejarah pertikaian antar umat manusia di muka bumi;perselisihan yang disebabkan oleh aroganis,perebutan kekuasan,dan kerakusan untuk menguasai yang tidak menjadi haknya(kisah ini secara singkat diabadikan dalam QS.al-maidah/5:27-31).Sejak saat itu,makna dan spirit taaruf mulai memudar,dan pertikaian pun terus saja terjadi meninggalkan noda-noda hitam di jagat umat manusia yang dulunya suci bersih penuh damai.
Karena itu,pesan dan misi utama Rasulullah sebagai nabi terakhir adalah rahmatan lil’alamin,yaitu untuk mengembalikan kesucian dan kedamaian (rahmat) bagi alam semesta (QS.al-Anbiya’/21:107).Untuk itu pula Alquran mengerjakan kesetaraan derajat antar-sesama umat manusia,dengan derajat yang tertinggi adalah bagi mereka yang paling bertakwa;bahwa hikmah di balik penciptaan manusia yang baragam(laki-laki dan perempuan,bersuku-suku,dan berbangsa-bangsa) adalh agar mereka mengejawantahkan makna danspirit taaruf tersebut (QS.al-Hujurat/49:13).
Lalu,apa pengertian taaruf itu sendiri?Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,kata taaruf diartikan sebagai perkenalan.Secara filologis,kata tersebut diadopsi dari bahasa Arab al ta’aruf yang berarti memperkenalkan diri,mengenalkan sesuatu kepada seseorang,,mengenali seseorang/sesuatu untuk diketahui sendiri;atau juga diambil dari kata al-ta’aruf yang berarti saling mengenal,saling tahu dan saling mengerti.
Lebih mendalam lagi,kata al-ta’aruf dapat juga diartikanb sebagai saling menebarkan ‘urf atau ma’ruf (kemakrufan) yang berarti”segala sesuatu yang baik dan benar,diamini oleh hati nurani,akal sehat dan nilai-nilai luhur samawi serta dapat diterima dengan legaan hati oleh perasaan manusiawi yang fitri”.Inilah hakikat terdalam dari makna dan spirit taaruf yang mesti direalisasikan ke dalam ranah aplikatif relasi interpersonal antar sesama umat manusia,terutama antara laki-laki dan perempuan yang terjalin dalam ikatan pernikahan,sebagaimana dipesankan dalam QS.al-Hujurat/49:13.
Jadi,tujuan taaruf adalah membangun hubungan yang damai dan harmonis dalam bingkai sikap saling mengerti,saling memahami,saling berbagi dan mengisi,untuk memuwujudkan kebaikan bersama berdasarkan asas kemakrufan yang melegakan.Artinya Taaruf bukanlah sekedar perkenalan biasa melainkan “perkenalan suci”yang terwujud dalam proses saling mengenal yang diterangi dengan penyinaran akal budi dan hati nurani.Terlebih lagi,taaruf bukan berarti pacaran,atau proses perkenalan ala anak gaul,atau perkenalan singkat prapernikahan,sebagaimana yang sempat dipahami secara keliru oleh sebagian orang belakangan ini.pengertian taaruf jauh lebih luhur dari semua itu.
Sumber :Majalah NooR disi pernikahan 2008(No.05/TH.VI/MEI2008
Komentar Terakhir